Israel Bom Kota Doha, Tewaskan Pemimpin Negosiasi Hamas Upaya Gagalkan Gencatan Senjata

DOHA, Newsantara.co — Ledakan dahsyat mengguncang kawasan diplomatik di ibu kota Qatar, Doha, menyusul serangan udara yang dilancarkan oleh Militer Israel. Target operasi ini adalah sejumlah pimpinan senior Hamas, termasuk Khalil al-Hayya dan Zaher Jabarin, yang dikonfirmasi sedang mengadakan pertemuan negosiasi.

Angkatan Udara Israel melancarkan serangan bom di pusat kota Doha, Qatar, pada Selasa (9/9/2025), menargetkan langsung lokasi pertemuan delegasi tinggi Hamas yang sedang membahas proposal gencatan senjata. Serangan ini dinilai sebagai upaya sistematis Israel untuk menggagalkan proses negosiasi damai yang sedang berjalan dan melumpuhkan pimpinan sayas politik kelompok tersebut.

Berdasarkan konfirmasi dari sumber militer Israel kepada Channel 14, jet tempur canggih F-35I Adir melakukan penyerangan presisi terhadap sebuah villa yang diduga menjadi tempat pertemuan.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan Shin Bet berhasil menargetkan pimpinan Hamas dengan akurat dalam serangan gabungan,” bunyi pernyataan resmi yang dirilis pihak militer.

Sumber terkemuka dalam gerakan Hamas kepada Al Jazeera mengungkapkan, serangan tersebut secara khusus membidik delegasi yang tengah membahas usulan perdamaian terbaru untuk mengakhiri konflik di Jalur Gaza. Serangan ini terjadi di saat negosiasi memasuki fase kritis.

Warga Doha melaporkan mendengar suara dentuman keras dan melihat kepulan asap hitam membubung ke langit. Video yang beredar luas di media sosial, dan telah diverifikasi oleh Reuters Institute, menunjukkan lokasi kejadian dikepung oleh tim darurat Qatar.

Pemerintah Qatar hingga berita ini diturunkan belum mengeluarkan pernyataan resmi. Namun, analis politik Timur Tengah, Dr. Omar Bashir, menilai serangan ini merupakan pukulan besar bagi diplomasi dan kedaulatan Qatar, yang selama ini bertindak sebagai mediator utama antara Hamas dan Israel.

Menyerang wilayah diplomatik di luar zona konflik merupakan eskalasi yang sangat berbahaya. Ini menunjukkan Israel akan menggunakan segala cara untuk mencegah tercapainya kesepakatan damai yang tidak sesuai dengan agendanya,” tutur Bashir.

IDF menyatakan mereka masih memantau perkembangan dan menunggu hasil assessment dari operasi tersebut. Sementara itu, jaringan berita global terus memutakhirkan laporan terkait jumlah korban jiwa dari insiden ini.